Hutan Wisata Tinjomoyo, Misteri Keangkeran dan Pesona Alamnya

jembatan merah hutan wisata tinjomoyo semarang

Hutan wisata Tinjomoyo adalah bekas kebun binatang Kota Semarang yang sekaran disulap menjadi taman wisata yang cocok untuk liburan bersama keluarga. Pesona alamnya yang indah, terkadang membuat orang menyimpan tanda tanya tentang misteri keangkerannya.

Hal itu wajar, mengingat tempat wisata yang terletak di lokasi Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah itu sudah lama terbengkalai, sebelum sekarang akhirnya dihidupkan lagi.

Jika travelers sekalian ingin menikmati suasana alam yang masih asri, asli seperti hutan belantara pada umumnya, tentu objek hutan wisata Tinjomoyo sangat direkomendasikan.

Terlebih, saat ini dilengkapi dengan taman-taman indah, lebih terawat, dan mempesona. Terutama jembatan merah yang lebih menjadi ikon dari tempat wisata di ibu kota Jawa Tengah ini.

Tak ayal, jembatan merah menjadi surga bagi para fotografer yang membawa serta model-model cantik dan seksi untuk dijadikan sasaran aktivitas fotografi. Selfie pun tak masalah untuk pengunjung yang datang di sini.

Pasar Semarangan
Beberapa waktu lalu, hutan wisata Tinjomoyo mulai memiliki Pasar Semarangan dengan konsep yang memadukan tradisionalitas dan digital-modern.

Pasar Semarangan biasanya buka setiap hari Sabtu sore hingga malam. Sejak awal dibuka, pasar ini menjadi ramai dan menjadi destinasi wisata baru di Kota Semarang.

Hanya saja, beberapa waktu terakhir ini, Pasar Semarangan menjadi sepi karena kerapkali tutup. Pengunjung pun banyak yang kecewa.

Jembatan merah
Jembatan ini menghubungkan antara dua daratan yang melewati sungai. Dulu, jembatan di hutan wisata Tinjomoyo sempat ambrol setelah diterjang banjir bandang.

Kini, jembatan merah yang dibangun menjadi ikon tersendiri bagi tempat wisata Tinjomoyo ini. Bahkan, foto-foto jembatan merah kerap menjadi populer dan trending di media sosial seperti instagram.

Misteri hutan wisata Tinjomoyo yang angker
Asal-usul sepinya hutan wisata Tinjomoyo dulu, akibat banjir bandang yang menerjang jembatan yang menjadi akses utama jalan ini pada tahun 2006.

Sejak saat ini, kawasan tersebut menjadi hutan konservasi. Meski saat ini sudah dibuka sebagai objek wisata baru dengan beberapa fasilitas dan wahana, tetapi senyatanya masih ada desas-desus yang menyebutkan kawasan ini cukup angker.

Dikutip TribunWisata.com dari Metro Semarang, di tengah hutan Tinjomoyo menurut warga sekitar terdapat semacam pesanggrahan gaib yang tidak kasat mata, dihuni bangsa halus semacam jin.

Kabar beredar menyebutkan, ada sepasang makhluk gaib sejenis banaspati yang menjaga jembatan Tinjomoyo, berada di bawah jembatan. Meski terkesan angker, mistis dan menyeramkan, senyatanya tempat itu justru banyak dikunjungi orang-orang dan paranormal yang suka lelaku, tirakat atau pencinta dunia spritual.

Konon, Pangeran Diponegoro dan para pengawalnya juga pernah menjadikan tempat ini sebagai persembunyian. Bahkan ada yang menyebutkan pula, hutan wisata Tinjomoyo adalah area suci yang dijadikan tempat bangsa gaib untuk semedi atau lelaku.

Lepas dari itu semua, nyata-nyata hutan wisata Tinjomoyo menyimpan pesona alam yang indah, alami, asri dan masih ada binatang alamnya seperti monyet. Sangat direkomendasikan bagi travelers yang ingin menjelajah keindahan alam di Kota Semarang.

Wahana dan fasilitas
Hutan wisata Tinjomoyo menawarkan sejumlah wahana bagi pengunjung, seperti outbond, perkemahan (camping ground), flying fox, outing activity, hingga birds watching.

Adapun fasilitas di sini ada warung makan dan kamar mandi umum, termasuk tempat parkir yang cukup memadahi. Harga makanan yang dijual di hutan wisata Tinjomoyo juga terbilang terjangkau dan murah.

Tiket masuk hutan wisata Tinjomoyo
HTM Rp 3.000. Cukup murah bukan? Liburan di sini dengan pacar atau gebetan tak lebih dari Rp 10 ribu. Bahkan tidak lebih dari Rp 20 ribu jika bersama keluarga besar.

Jam buka tutup
Pukul 07.00-17.30 WIB

Lokasi
Desa Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel