Makam Sunan Prawoto Dikunjungi Wisatawan Mancanegara

Makam Sunan Prawoto Dikunjungi Wisatawan Mancanegara
Wisatawan asing berfoto di gapura kompleks makam Sunan Prawoto.

PATI, Tribunwisata.com – Makam Sunan Prawoto yang terletak di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, acapkali dikunjungi wisatawan mancanegara, terutama saat kirab budaya yang dihelat setiap setahun sekali.

Pada Kamis (13/4), prosesi adat budaya kirab lurup dan ikan lengkur dalam rangka peringatan Haul Sunan Prawoto dihadiri enam wisatawan asing dari lima negara, yaitu India, Rusia, Venezuela, Ukraina dan Slovakia.

Tahun sebelumnya, travelers yang datang dari luar negeri, antara lain Amerika Serikat, Hongaria, Libya, dan Papua Nugini. Mereka mengikuti kirab budaya, semacam arak-arakan dan pesta rakyat dari Kantor Balai Desa menuju makam Sunan Prawoto.

Sejumlah barang yang dikirab, di antaranya gunungan atau tumpeng lengkap dengan ikan lengkur, pusaka peninggalan Sunan Prawoto, hingga kelambu baru untuk menggantikan kelambu lama makam. Berbagai karnaval juga ikut memeriahkan agenda wisata budaya tahunan tersebut.

Siapa Sunan Prawoto itu? Beliau adalah raja terakhir Kesultanan Demak dengan nama asli Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Bagus Hadi Mukmin, generasi keempat setelah Raden Patah, Pati Unus dan Sultan Trenggono.

Sejumlah pegiat sejarah asal Pati seperti dikutip tribunwisata.com dari direktoripati.com menyebutkan, wilayah yang saat ini bernama Desa Prawoto dulu pernah menjadi salah satu istana Kerajaan Demak Bintoro. Sunan Prawoto beberapa kali singgah di istana ini.

Sejarah itu terjadi pada sekitar tahun 1546, saat Sungai Silugangga masih menjadi bagian dari laut memisahkan Pulau Jawa dan Semenanjung Muria (Pulau/Gunung Muria). Makam Sunan Prawoto yang menjadi bagian dari sejarah penting Kerajaan di Jawa itulah yang menarik minat wisatawan asing untuk berkunjung.

Kirab Budaya Haul Sunan Prawoto
Karnaval kirab lurup Haul Sunan Prawoto.

Dinas Pariwisata Pati memasukkan Haul Sunan Prawoto ke dalam kalender event wisata budaya di Kabupaten Pati. "Haul Sunan Prawoto menjadi satu di antara kekayaan daya tarik wisata budaya di Kabupaten Pati," ujar Wiyadi, salah satu pegawai Dinas Pariwisata Pati.

Traveler asal Rusia yang tengah mengikuti program pertukaran pelajar di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Dmitry, mengatakan, kirab budaya di Desa Prawoto menjadi salah satu cultural tourism yang menarik di Jawa Tengah.

Kelambu atau dikenal penduduk setempat dengan nama lurup, pusaka peninggalan Sunan Prawoto dan ikan lengkur yang diarak, menyimpan kesan tradisi yang kental dalam kehidupan masyarakat Desa Prawoto.

"Event yang sangat menarik. Sebuah ragam budaya menarik yang perlu dilestarikan," ucap Dmitry.

Sementara itu, Ketua Pengurus Makam Sunan Prawoto, Ana Mansuran mengungkapkan, kirab budaya haul Sunan Prawoto sudah menjadi tradisi sejak puluhan tahun yang lalu. Prosesi adat yang digelar setiap tahun menjadi refleksi penghormatan kepada leluhur.

"Event ini akan terus kami lestarikan di Bumi Kasepuhan Bintoro Prawoto. Ini sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, serta meruwat tradisi dan budaya," tutur Mansuran.

Tak hanya dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara, pembesar dari Keraton Surakarta Hadiningrat dipastikan selalu hadir dalam prosesi adat haul Sunan Prawoto. Mereka yang hadir, biasanya Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Ayu Koes Indriyah hingga GKR Wandansari atau akrab disapa Gusti Moeng.