Pohon Angker Trowelo jadi Ikon Wisata Visit Gembong

PATI, Tribunwisata.com - Pohon beringin tua angker yang berada di sebuah pertikungan Jalan Pati-Gembong, Desa Wonosekar, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dijadikan sebagai ikon wisata "Visit Gembong".

Sejumlah pemuda setempat memiliki inisiatif untuk mempopulerkan berbagai tempat wisata di Kecamatan Gembong. Misalnya, Waduk Seloromo, Waduk Gunung Rowo, Agrowisata Jolong berupa perkebunan kopi dan kebun buah naga, Air Terjun Tedunan, Air Terjun Grenjengan, dan berbagai objek menarik lainnya.

Untuk mempromosikan wisata di Kecamatan Gembong, mereka membuat logo Visit Gembong menggunakan pohon beringin Trowelo sebagai ikonnya. "An Immortal of Trowello." Begitu mereka mempromosikan Visit Gembong melalui spanduk di depan pohon yang selama ini dikenal angker dan mistis tersebut.
Pohon Angker Trowelo jadi Ikon Wisata Visit Gembong
Foto kiriman Andie Ristanto

"Konon, trowelo memiliki arti ceto welo-welo. Karena lidahnya orang Gembong, logatnya jadi trowelo. Bukan nama dukuh, cuma sebutan salah satu tempat di Gembong yang mistis," kata Andie Ristanto.

Menurutnya, trowelo menjadi ikon sejarah di Gembong. Karena itu, pohon mistis yang sampai sekarang ada di pertikungan jalan Pati-Gembong tersebut dinilai menarik untuk dijadikan sebagai ikon wisata di wilayah yang berada di perbukitan Gunung Muria tersebut.

Logo Visit Gembong mirip dengan Wonderful Indonesia yang dipenuhi warna, mulai merah, kuning, hijau, dan biru. Hanya saja, Visit Gembong mengambil desain dari bentuk Pohon Trowelo. Tak lagi dianggap mistis, pohon tersebut justru dijadikan ikon pariwisata yang menarik.

Mistis dan angker
Konon, penghuni gaib pohon tersebut bernama Bajang, bangsa halus semacam bocah. Saat hendak ditebang Dinas Pekerjaan Umum (DPU), penghuni gaib pohon tersebut meminta sesaji atau penduduk setempat menyebutnya "sajen" berupa nasi plus ayam ingkung.

Kabarnya, kru Mister Tukul Jalan-Jalan Trans7 pernah akan singgah dan mengambil lokasi syuting di tempat ini. Namun, lokasi syuting akhirnya diambil di sebuah pabrik di Jolong, Gembong.

Dalam beberapa kejadian, jalan tikungan di Trowelo juga acapkali terjadi kecelakaan lalu lintas. Beberapa orang menyebut, penyebab kecelakaan karena adanya penunggu bangsa jin di pohon tua yang diperkirakan berusia 200 tahun.

Namun, sebagian orang berpendapat, kecelakaan disebabkan medan tanjakan dan menikung. Saat ini, jalan tersebut sudah diberi penerangan yang cukup, sehingga kecelakaan mulai berkurang.

Lepas dari mitos yang berkembang, pohon trowelo kini justru menjadi daya tarik, karena dijadikan logo Visit Gembong oleh para pemuda Gembong yang peduli pariwisata. Bagaimana pendapat Anda?