Objek Wisata Masjid Menara Kudus, Ciri-ciri dan Sejarah Berdirinya

Objek Wisata Masjid Menara Kudus, Ciri-ciri dan Sejarah Berdirinya
Objek wisata Menara Kudus, peninggalan bersejarah Raden Ja'far Shodiq (Sunan Kudus): Foto: Tribunwisata.com

KUDUS, Tribunwisata.com - Masjid Menara Kudus adalah salah satu objek wisata di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang paling populer. Bisa dikatakan, tempat ini adalah ikon atau landmark-nya pariwisata di Kota Kretek.

Maka, rugi kalau kamu menghabiskan waktu liburan di Kudus, tetapi tidak mampir di menara kuno peninggalan Kiai Ja'far Shodiq atau yang akrab dikenal dengan Sunan Kudus ini. Bentuknya mirip dengan sebuah menara yang memadukan antara karakter Islam, Hindu dan Buddha.

Menara Kudus adalah peninggalan Kerajaan Demak, karena waktu itu Ja'far Shodiq menjadi tokoh dalam dewan wali sembilan (walisongo) yang sangat disegani di kalangan pejabat Kerajaan Demak. Kearifan dan kebijaksanannya membuat ulama ini selalu menjadi pertimbangan bagi setiap keputusan raja, bersama dengan anggota dewan wali lainnya seperti Kanjeng Sunan Kalijaga.

Saat kamu jalan-jalan liburan di Kota Kudus dan tanya: Menara Kudus peninggalan kerajaan apa? Jawabnya tentu peninggalan Kerajaan Demak, tetapi dibangun Sunan Kudus. Inilah tempat wisata yang wajib dikunjungi saat bertandang di Kota Kretek. Sebuah mahakarya peninggalan warisan budaya leluhur Nusantara yang begitu elok dan indah.

Di kompleks wisata religi tersebut, ada masjid yang di dalamnya terdapat sebuah kolam padasan yang merupakan peninggalan kuno, saat ini menjadi tempat untuk wudlu wisatawan atau peziarah. Di depan masjid, kamu bisa menemukan gapura atau bentar paduraksa. Penduduk setempat menyebutnya: lawang kembar.

Di Masjid juga bisa ditemukan pancuran wudhu jumlahnya delapan. Di atas pancuran terdapat arca. Kenapa jumlahnya 8? Konon, jumlah pancuran itu mengadopsi keyakinan agama Buddha yang artinya adalah 8 Jalan Kebenaran. Wah, benar-benar akulturasi budaya yang sangat elok.

Ciri-ciri Menara Kudus
Selain terdapat masjid, ikon Menara Kudus tampak begitu menjulang di sebelah masjid. Ciri-cirinya adalah ada piring-piring bergambar yang jumlahnya 32 piring. Dalam piring tersebut terdapat lukisan masjid, manusia bersama dengan unta, dan pohon kurma. Di dalam menara, kamu bisa menemukan sebuah tangga yang terbuat dari kayu jati. Kemungkinan dibuat pada tahun 1895.

Ciri-ciri Menara Kudus yang terdiri dari puncak bangunan, badan dan kaki ini juga dihiasi dengan antefiks yang biasa ditemukan di candi-candi Hindu-Buddha. Uniknya, tumpukan batu bata yang membentuk menara dipasang tanpa ada perekat semen. Luar biasa indahnya. Inilah arsitektur khas Jawa-Hindu yang memadukan tradisi dan budaya Islam, Hindu, dan Buddha.

Sejarah Berdirinya
Sejarah berdirinya Menara Kudus adalah dibangun pada sekitar tahun 1549 oleh Raden Ja'far Shodiq. Menara Kudus menjadi bagian dari dakwah Islam yang tidak lepas dari tradisi dan budaya setempat.

Menara Kudus dibangun atas semangat persatuan dan kesatuan antarumat beragama. Tidak ada jarak sosial antara umat Islam, Hindu dan Buddha. Sunan Kudus melarang menyembelih hewan sapi di Kudus dengan alasan sebagai bentuk penghormatan kepada pemeluk agama Hindu. Hal itu yang kemudian menjadi dasar untuk membangun Menara Kudus, simbol kebersamaan, keindahan kerukunan umat beragama.

Keunikan dari masjid, sebelah menara, adalah ditemukannya batu sebagai peletakan pertama pembangunan masjid. Batu kuno itu diambil dari Baitul Maqdis di Palestina (sekarang diklaim Israel). Hal itu yang menjadi asal usul, asal mula dinamakan Masjid Al Aqsha.

Tak jauh dari masjid dan menara, ada makam Sunan Kudus yang selalu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia. Di bagian luar, terdapat ratusan penjual oleh-oleh, souvenir, atau cinderamata lainnya yang berjajar di sepanjang jalan.

Menara Kudus Mosque
Alamat lokasi : Jalan Menara, Desa Kauman, Kecamatan Kudus Kota, Jawa Tengah
Kode pos : 59315
Nomor telepon / HP :  082337784213
Jam buka : 24 jam
Peta wisata (untuk mengetahui arah menuju Masjid Menara Kudus)