Gua Pancur, Eksplorasi Perut Bumi Pegunungan Kendeng di Pati

Gua Pancur Eksplorasi Perut Bumi Pegunungan Kendeng di Pati

PATI, Tribunwisata.com – Gua Pancur adalah sebuah goa yang terletak di Dukuh Gasong, Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen dan menjadi tempat wisata paling menakjubkan Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Goa ini masuk dalam kawasan gua karst dari Pegunungan Kendeng yang membentang luas dan panjang. Kondisi perut gua yang masih begitu alami membuat siapa saja bakal takjub melihat dan menyusurinya.

"Sejarah dan asal-usul Gua Pancur ditemukan sekitar tahun 1930. Air dari dalam gua menetes begitu derasnya. Itu sebabnya, gua itu dinamakan gua pancur, karena airnya dari langit-langit gua yang mancur-mancur," ujar Ketua Gasong Community, Ahmad Najib.

Gasong Community adalah komunitas yang saat ini mengelola Gua Pancur sebagai destinasi wisata warisan keindahan alam pegunungan Kendeng. Gua Pancur namanya semakin dikenal wisatawan, ketika sejumlah pengunjung mencoba untuk mengeksplorasi “perut gua” dan menyaksikan pesona alamnya yang begitu memukau mata.

Bila pengunjung ingin susur gua di objek wisata ini, mesti dibutuhkan persiapan dan perbekalan yang cukup. Terlebih, panjang gua yang disusuri mencapai 827 meter. Jarak yang tidak pendek untuk ukuran “perut bumi” yang disertai dengan genangan air ketika berjalan menyusuri dalam gua.

Wisata susur Gua Pancur menjawab mitos, misteri dan legenda yang selama ini menyebutkan bahwa ujung dari goa ini sampai di Pantai Selatan Yogyakarta. Sebab, ketika susur gua dilakukan, hanya berjarak 827 meter.

Namun, apakah yang dimaksud sampai di Laut Kidul itu dunia nyata atau alam gaib? Hal itu juga masih menyisakan misteri, mitos, dan teka-teki. Eksplorasi perut bumi pegunungan Kendeng ini semakin membuktikan bila gua pancur bukan tempat angker, mistis atau wingit seperti yang dibayangkan.

Namun, pengujung, wisatawan, traveler atau backpacker tetap menjaga kesopanan, ya? Jangan buang sampah sembarangan, jaga norma kesusilaan. Kalau mau pacaran tidak masalah, selama masih menjaga etika dan tidak berbuat mesum. Setuju?

Wisata Gua Pancur Desa Jimbaran Kecamatan Kayen Kabupaten Pati Jawa Tengah

Siap menjelajah dan mengeksplorasi perut bumi di obyek wisata pegunungan Kendeng? Berikut panduan wisata dari tribunwisata.com untuk kamu yang ngaku sebagai traveler, backpacker!

Sejumlah perlengkapan yang harus disiapkan, di antaranya helm, jaket pengaman, sepatu tracking atau sandal gunung. Peralatan itu wajib dipakai saat menjelajah di dalam perut gua.

Tak lupa, lampu LED portabel, senter, atau headlamp sebagai alat penerangan. Pasalnya, perut gua begitu gelap gulita. Suasananya begitu sunyi.

Yang terdengar, hanya tetesan air dari langit-langit gua yang menetes di genangan air dasar gua. Sebagai bekal untuk menemani perjalanan, jangan lupa untuk membawa air minum.

Ada tiga zona dalam Gua Pancur. Zona pertama adalah mulut gua yang panjangnya sekitar seratus meter. Di zona ini, cahaya matahari masih bisa masuk dan menerangi dalam gua.

Zona kedua adalah zona tengah perut gua. Zona ini sangat gelap, karena tidak ada cahaya yang masuk. Zona ketiga masuk ke dalam lagi, hingga benar-benar diliputi kegelapan yang amat pekat.

Gua Pancur termasuk gua basah. Genangan air setinggi pinggang orang dewasa sudah bisa dirasakan, ketika pengunjung masuk ke dalam mulut gua. Namun, semakin masuk, ketinggian air berkurang secara bertahap, mulai betis hingga mata kaki.

Karena itu, butuh kehati-hatian saat melintas dan menyusuri gua karena jalur yang dilewati tertutup air. Kadang, ditemukan batangan kapur runcing yang muncul dari dalam gua. Benda itu dinamakan stalakmit yang bisa menimbulkan cedera bila terkena kaki. Ada juga cekungan dalam yang bisa membuat terperosok.

Pada bagian langit-langit gua, terdapat keindahan stalaktit yang memiliki ujung meruncing ke bawah. Semakin masuk ke dalam, ukuran dan bentuknya beragam.

Ada yang berongga, menonjol dengan mengalirkan air yang cukup deras. Tak harus mendongak ke atas untuk menikmati keindahan perut gua. Dinding-dinding gua juga menyuguhkan berbagai bentuk. Warnanya juga berbeda-beda, mulai cokelat, hitam pekat, hingaa keputihan.

Dalam perjalanan panjang menyusuri gua, jumlah maksimal setiap rombongan dibatasi hanya 15 orang supaya habitat gua tetap terjaga. Selain itu, jumlah rombongan yang dibatasi untuk menjaga keselamatan diri. Sebab, beberapa bagian gua punya ketinggian rendah, sehingga pengunjung harus membungkuk, bahkan merangkak untuk melewati jalur tersebut.

Salah satu yang unik dari dalam perut gua ini, ada juga koloni kelelawar. Ratusan hewan yang terbiasa hidup di kegelapan tersebut, menggantung di langit-langit gua.

Koloni kelelawar paling banyak ditemukan di ujung gua yang memiliki langit-langit paling tinggi. Pengunjung yang melintasi bagian ini mesti berhati-hati, karena memiliki kadar oksigen yang minim.
Gasong Community mematok biaya wisata susur gua ini Rp 20 ribu per orang. Pengunjung mendapatkan fasilitas guide, helm, dan jaket pengaman.

Sementara itu, tiket masuk kawasan Gua Pancur ditarif Rp 3.000 per motor dan Rp 6.000 per mobil. Di kawasan Gua Pancur bagian depan mulut gua, terdapat taman yang indah, ayunan, arena bermain anak, gazebo di pinggiran danau buatan, bumi perkemahan, wisata air di rawa buatan dengan bebek kayuh, outbound, hingga belasan pedagang yang menjual beragam jajanan untuk pengunjung.

Penasaran? Lihat saja video jalan-jalan atau piknik menghabiskan liburan di objek wisata Goa Pancur, Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah di bawah ini.