Wisata di Candi Dieng Wonosobo dan Temukan Keajaibannya

Wisata di Candi Dieng Wonosobo Jawa Tengah

DIENG, Tribunwisata.com - Ada sejumlah keajaiban yang bisa ditemukan ketika Anda memutuskan untuk berwisata di Kompleks Candi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Di sana, Anda akan menemukan keindahan candi dengan nama-nama dalam tokoh pewayangan.

Candi utama dinamakan Candi Arjuna. Di sekelilingnya, wisatawan akan menemukan Candi Semar, Srikandi, Puntadewa (Yudhistira), Sembadra, Gatutkaca, Dwarawati, dan Bima (Werkudara). Unik dan menarik sekali bukan?

Meski tidak semegah Prambanan atau Borobudur, tetapi keunikan nama-nama Candi membuat wisatawan akan terpana karena alam bawah sadar terbawa pada Kisah Mahabharata. Lokasinya sangat hijau, asri, dan cocok untuk dijadikan kongkow bersama anak, keluarga, bahkan sang pacar.

Saat Anda tiba di tengah kompleks candi, coba mata Anda pandang ke arah luar, memutar sampai kembali lagi. Ajaib! Kompleks Candi Dieng dikelilingi pegunungan yang saling sambung menyambung tanpa putus, seolah melindungi kompleks candi. Ini menjadi salah satu keajaiban tersendiri ketika berwisata di Candi Dieng.

Salah satu turis asing asal Kanada mengaku kagum dengan Candi Dieng yang menjadi warisan kebudayaan leluhur Nusantara. Lokasinya yang dikelilingi pegunungan secara sambung-menyambung, seperti tempat suci yang harus dilindungi.

Alamat Candi Dieng masuk kawasan Wisata Dieng Plateau, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Namun, lebih dikenalnya Wonosobo. Sebab, kawasan Dieng secara administratif dibagi menjadi dua, yaitu Dieng Wetan (Kejajar, Wonosobo) dan Dieng Kulon (Batur, Banjarnegara).

Tarif tiket wisata
Sesuai dengan Perda Kabupaten Banjarnegara Nomor 6 Tahun 2011 tentang Retribusi Daerah, harga tiket masuk kawasan Candi Arjuna Dieng adalah Rp 10 ribu per orang untuk wisatawan lokal.

Sementara itu, bule atau wisatawan asing dikenakan biaya Rp 25 ribu per orang. Harga tiket tersebut sudah termasuk berlibur di Kawah Sikidang. Cukup terjangkau, bukan?

Sejarah dan legenda
Menurut legenda, mitos dan cerita tutur dari masyarakat setempat, Candi Dieng adalah peninggalan tokoh pewayangan sebagaimana disebut sesuai dengan namanya. Ada dari Puntadewa, Arjuna, Bima, Semar, Srikandi, Sembadra, dan Dwarawati.

Yang masih menjadi misteri dan tanda tanya, kenapa nama Nakula dan Sadewa tidak ada. Padahal, ketiga tokoh Pandawa ada dalam nama candi tersebut?

Seperti diketahui dalam sejarah, Puntadewa, Bima dan Arjuna adalah tiga bersaudara satu ayah-satu ibu (Pandu dan Dewi Kunti). Sedangkan Nakula dan Sadewa adalah saudara beda ibu (bukan dari Kunti).

Dilihat dari asal mula namanya, Candi Dieng mengambil dari tiga tokoh Pandawa dari keturunan Prabu Pandu dan Dewi Kunti. Misterius, bukan? Namun, pemerintah mencatat, nama-nama tokoh pewayangan dalam penamaan Candi Dieng kemungkinan diberikan masyarakat, bukan nama ketika candi saat masih difungsikan.

Foto Candi Arjuna Dieng Wonosobo Banjarnegara

Peninggalan peradaban Hindu
Pemerintah dengan tegas menyatakan bila Candi Dieng adalah peninggalan, mahakarya peradaban Hindu di Nusantara. Menurut umat Hindu, gunung dianggap sebagai tempat tinggal roh para leluhur.

Karena itu, mereka membuat candi sebagai tempat ibadah sekaligus penghormatan kepada roh para leluhur. Gunung pun menjadi tempat terhormat dan sakral, suci, perlindungan kepada keturunannya yang masih hidup.

Ritus-ritus banyak dilakukan digunung yang berisi permohonan kepada roh para leluhur untuk perlindungan dan kesejahteraan masyarakat . Di Negara India, Candi adalah tempat memuja dewa, sedangkan di Jawa (Indonesia), candi merupakan tempat memuja leluhur yang menjadi titisan dewa.

Itulah sebabnya, wisata di Candi Dieng menjadi agenda wajib ketika Anda berlibur di Jawa Tengah. Sebuah mahakarya indan warisan budaya manusia Nusantara pada zaman Hindu untuk generasi dan anak cucu manusia Indonesia. Gimana, sudah kamu temukan keajaiban wisata di Candi Dieng?