Panduan Wisata Istana Kepresidenan RI Gedung Agung Yogyakarta

Istana Kepresidenan RI Gedung Agung Yogyakarta
Gedung Agung Istana Kepresidenan RI di Kota Yogyakarta, terdapat arca patung pada bagian depan. (Tribunwisata.com)

YOGYAKARTA, Tribunwisata.com - Istana Kepresidenan Republik Indonesia (RI) atau Gedung Agung yang berada di depan Museum Benteng Vredeburg, Jogjakarta, sebetulnya bisa Anda manfaatkan sebagai obyek wisata sejarah yang istimewa. Namun, tidak semua orang bisa masuk ke dalam. Berikut panduan wisata untuk Anda.

Bagaimana tidak istimewa, Gedung Agung yang menjadi Istana Presiden di Jogja ini adalah saksi sejarah dari para presiden yang singgah dan tinggal di bangunan ini. Terutama, Presiden RI pertama Ir Soekarno yang pernah tinggal di sini bersama dengan keluarga.

Dalam catatan sejarah, di Gedung Agung inilah Ibu Fatmawati, istri Bung Karno, sedang hamil tua dan melahirkan Megawati pada tahun 1947 yang akhirnya anak perempuan itu menjadi Presiden Indonesia ke-5, setelah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan sebelum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebuah keberuntungan bila Anda bersama keluarga, teman, instansi sekolahan, kampus, universitas atau perguruan tinggi, berhasil mendapatkan izin untuk menghabiskan liburan dengan wisata di Gedung Agung yang berlokasi di titik nol Kota Yogyakarta ini.

Bagaimana tidak beruntung, Gedung Agung yang mulai dibangun pada tahun 1824 oleh Residen Yogyakarta ke-18 Anthony Hendriks Smissaerat ini menjadi saksi bisu ketika pusat pemerintahan Negara Indonesia dipindah dari Jakarta ke Jogja.

Pada tanggal 19 Januari 1946, Yogyakarta secara resmi menjadi ibu kota yang baru Indonesia. Otomatis, Gedung Agung menjadi Istana Kepresidenan, yakni kediaman Presiden RI Ir Soekarno dan keluarganya. Gedung yang sarat dengan nilai sejarah ini benar-benar sangat berharga dan mestinya menjadi agenda wisata utama ketika bertandang ke Kota Gudeg.

Di tengah gedung induk, Anda bisa menjumpai Ruang Garuda. Di tempat itulah Presiden menerima tamunya. Di tempat itu pula, Bung Karno melantik Jenderal Sudirman sebagai Panglima Besar dan Pimpinan Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Interior bangunannya sangat megah, indah, dan penuh dengan pesona mahakarya sebuah bangunan untuk Sang Presiden. Ada pula ukir-ukiran khas Jogja dengan sentuhan cat berwarna keemasan, merah maroon, dan broken white. Sungguh indah mempesona.

Di Gedung Agung, Anda juga bisa menikmati Museum Benda Seni yang dijadikan sebagai tempat untuk beragam aktivitas kesenian. Ada pula Museum Benda Seni yang dipenuhi dengan karya seni bernilai tinggi, seperti koleksi arca-arca temuan lepasan pada zaman Hindu-Buddha.

Panduan wisata
Jika Anda memutuskan untuk mengisi liburan dengan wisata di Gedung Agung yang menjadi Istana Presiden di Yogyakarta, ada sejumlah langkah yang bisa Anda lakukan. Berikut panduan wisatanya untuk Anda.

1. Buat surat permohonan izin kunjungan
2. Nama istana yang dikunjungi, misalnya Gedung Agung
3. Waktu kunjungan, sertakan hari, jam dan tanggal
4. Daftar nama peserta yang akan berkunjung
5. Alamat lengkap
6. Sertakan nama, nomor telepon atau HP, faximile kalau ada
7. Kirim surat tersebut ke pos, faximile atau email Istana

Jika Anda masih bingung, coba hubungi kontak yang disediakan di bawah. Atau, Anda coba untuk datang ke sana dulu, sebelum memastikan rombongan akan berkunjung.

Gedung Agung Istana Presiden Jogja
Alamat: Jalan Ahmad Yani, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta
Nomor telepon / HP : 0274-512005
Jam buka : Senin-Kamis, jam 09.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB
Harga tiket masuk: kontak nomor di atas