Panduan Wisata Benteng Portugis Jepara, Pantai & Pulau Mandalika

Benteng Portugis Portuguese Fort Jepara Central Java

JEPARA, Tribunwisata.com - Benteng Portugis adalah satu di antara obyek wisata di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang paling sering dikunjungi. Di tempat ini, pengunjung bisa menikmati tiga destinasi wisata sekaligus, yaitu benteng bersejarah peninggalan bangsa Portugis, pantai Utara Jawa, dan Pulau Mandalika yang dikenal mistis, angker, misterius tapi sangat mempesona.

Benteng Portugis yang berada di puncak perbukitan, dekat pantai ditetapkan sebagai Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah. Karena itu, pengunjung tidak boleh merusak, mencuri, memindahkan atau memisahkan barang-barang yang ada di sana karena akan mendapatkan sanksi hukum berdasarkan Undang-undang RI Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Penasaran dengan tempat wisata yang berada di Jepara yang sangat dekat dengan perbatasan dengan Kabupaten Pati ini, traveler tribunwisata.com akhirnya memutuskan untuk menjelajah, mengeksplorasi keindahan dan pesona alam yang ditawarkan "Portuguese Fort", termasuk daya tarik pantainya yang eksotis dan Pulau Mondoliko yang dikenal dari sisi mistisnya. Anda yang berminat dan tertarik mengunjungi, berikut panduannya.

Jalan menuju Benteng Portugis bisa dipilih dari dua arah. Bisa dari Kota Jepara maupun dari Kabupaten Pati, melewati hutan karet. Bila Anda dari barat, sebaiknya lewat Demak atau Kudus. Kalau dari timur, jalan menuju destinasi ini sebaiknya pilih melalui Pati menuju arah selatan hingga sampai Jepara.

Tiba di gerbang utama, wisatawan akan disambut dengan sebuah bangunan besar dua pintu, satu untuk masuk, satunya lagi sebagai pintu keluar. Kendati gerbang masuk ini bukan benteng peninggalan sejarah, tetapi gaya arsitektur bangunannya mirip dengan peninggalan bangsa asing. Tidak mencerminkan bangunan khas orang Jawa-Nusantara.

Wisatawan harus membayar tiket masuk dengan harga Rp 2.000 untuk anak-anak dan Rp 3.000 untuk dewasa pada hari biasa (Senin-Jumat). Untuk weekend (Sabtu-Minggu dan hari libur), anak-anak dikenakan tiket masuk Rp 3.000 dan dewasa Rp 5.000.

Beda lagi pada hari-hari besar seperti pekan Syawalan, Pesta Lomban atau event-event lainnya, wisatawan dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 7 ribu untuk anak-anak dan Rp 10 ribu untuk dewasa. Cukup terjangkau, bukan? Namun, banyak juga yang mengeluh karena harga tiket masuk pada kenyataannya lebih tinggi atau lebih mahal dari tarif yang ditetapkan pemerintah.

Pantai Benteng Portugis

Pantai Benteng Portugis
Setelah masuk gerbang utama, cobalah menuju kawasan pantai. Di sana, Anda akan disambut gulungan ombak Laut Utara Jawa yang sangat tenang. Anda juga akan melihat satu pulau yang terlihat kecil dari pinggiran pantai.

Di sini, pengelola wisata melarang pengunjung untuk mandi. Karena itu, hampir tidak ada pengunjung yang mandi di sini. Tapi, Anda bisa bersentuhan dengan air pantai dengan menapakkan kaki di karang-karang yang menghampar di pinggiran pantai.

Banyak orang yang kemudian datang ke sini sekadar untuk meluapkan hobi mancing, mencari ikan. Bila lelah, beristirahatlah di gazebo atau tempat duduk yang bisa ditemukan di sepanjang pantai. Kalau lapar dan haus, Anda bisa mampir di warung-warung yang menyediakan aneka kuliner.

Kendati tidak berpasir putih, tetapi karang-karang putih berukuran raksasa yang menjadi penahan abrasi di pinggiran kita cukup mengobati wisatawan yang ingin menikmati pesona keindahan alam Laut Jawa Utara yang sangat tenang. Dalam catatan sejarah, kawasan ini pernah diguncang sebuah gempa bumi dahsyat berkekuatan 5 SR hingga beritanya menjadi viral.

Benteng Portugis Jepara Tempat untuk Pacaran Romantis

Jejak Peninggalan Portugis
Puas bermain-main di kawasan pantai, cobalah naik bukit. Di sana, ada jalan setapak atau tangga menunju puncak. Ada peninggalan berupa benteng, meriam kecil, dan menara di sana.

Sejarah mencatat, tempat ini dijadikan bangsa Portugis sebagai lokasi pertahanan strategis dari serangan musuh, termasuk untuk kepentingan dagang. Semua kapal yang akan menuju daerah ini akan terpantau dengan mudah melalui benteng yang berada di puncak bukit.

Meriam diarahkan ke pantai untuk mengantisipasi bila ada serangan dari kekuatan armada laut. Sayangnya, tempat bersejarah yang mestinya dijaga ini banyak dicorat-coret pengunjung. Sungguh disayangkan. Sejumlah muda-mudi ada yang memanfaatkan destinasi wisata ini untuk mojok, berpacaran ria, dan meluapkan ekspresi cinta karena lokasinya yang dipenuhi tumbuhan, pohon-pohon besar, serta semak-semak yang rimbun.

Tidak masalah sebetulnya, bila tetap menjaga etika dan norma susila. Sebab, banyak juga pengalaman orang yang kesurupan karena tidak sopan, bertindak sesuka hati, pulang terlalu petang. Itu sebabnya, tempat wisata ini ditutup pada pukul 16.00 WIB.

Pulau Mandalika dari Puncak Benteng Portugis Jepara

Pulau Mandalika
Penasaran dengan pulau kecil bernama Mondoliko, kami rombongan dari tim traveler tribunwisata.com memutuskan untuk menyewa perahu. Tarifnya bervariasi, tergantung pengunjung bisa melakukan negosiasi kepada nelayan.

Bisa jadi, per orang dikenakan Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu. Kami sebanyak sepuluh orang dikenakan biaya Rp 150 ribu untuk mengelilingi pulau eksotis ini. Jarak tempuh sekitar 20 menit dari bibir pantai, karena perahu masih menggunakan mesin tradisional.

Kami diajak untuk mengelilingi pulau ini menggunakan perahu. Sungguh luar biasa indahnya. Pulau yang sangat hijau, asri dan eksotis ini terlihat mempesona karena dipadu dengan birunya laut. Kami kemudian turun dan mencoba menjejakkan kaki di pulau yang kabarnya angker, misterius dan diliputi dengan nuansa mistis ini.

Pulaunya masih sangat asri. Tidak ada penduduk di sana. Dalam penjelajahan itu, kami menemukan pasir putih di pinggiran pantai pulau. Air lautnya yang bening dan bersih serasa seperti tinggal di surga. Luar biasanya indahnya.

Secara tidak sengaja, kami menemukan makam yang dibalut kain kafan pada bagian nisannya. Kami tidak tahu sosok yang dimakamkan di pulau cantik ini. Kabarnya, itu adalah makam Mbah Leseh atau Makam Mbah Sayyid Utsman yang dulu ditugaskan Kanjeng Ratu Kalinyamat untuk bertapa tanpa busana.

Warga setempat yakin, seseorang yang mandi di pantai di dekat makam, penyakit yang dideritanya akan hilang atas izin Tuhan. Biasanya, ritual mandi untuk menghilangkan penyakit banyak dilakukan pada Hari Sabtu Pahing. Wow, pulau cantik ini ternyata juga menyimpan cerita mistis. Justru malah semakin menarik bagi kami.

Villa / Hotel
Kalau Anda capek berpetualang di tiga destinasi wisata tersebut, Anda bisa menginap di villa atau semacam hotel yang berada di kawasan obyek wisata Benteng Portugis.

Harga menginap per kamar adalah Rp 200 ribu, belum termasuk sarapan. Fasilitas dan pelayanannya cukup lengkap, mulai dari sofa, kipas angin, AC, TV parabola, kamar mandi shower, free shoft drink, garasi mobil, lemari, meja rias, termasuk adanya pelayanan yang menunjang seperti pijat (massage), toko obat, suvenir dan layanan kamar 24 jam.

Jika Anda tidak punya cukup budget, pilih kamar dengan harga Rp 80 ribu. Namun, fasilitasnya hanya kipas angin, spring bed, dan kamar mandi dalam.

Harga tiket masuk
Hari biasa
Anak-anak : Rp 2.000
Dewasa : Rp 3.000

Weekend dan hari libur
Anak-anak : Rp 3.000
Dewasa : Rp 5.000

Perayaan / Event
Anak-anak : Rp 7.000
Dewasa : Rp 10.000

Profil Wisata Portuguese Fort
Alamat lokasi : Desa Banyumanis, Kecamatan Donorejo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah
Nomor telepon / HP : 081390964946, 4277146, 081326468467
Jam buka : Setiap Hari, jam 08.00 - 16.00 WIB